Sore Ini Tentangmu

Sore ini.
Di dalam bis yang melaju membelah jalanan yang ramai.
Di sela bulir hujan yang turun perlahan di kaca jendela.
Di tengah bunyi-bunyian yang terdengar asing di telinga

…adalah tentangmu.

Tentang kalimat yang akan kau ucapkan saat melihat jalanan

Tentang cerita yang akan kau lontarkan sembari memandangi hujan

Tentang tawa yang mungkin kita bagi

Sore ini tentang banyak hal
Tapi banyak hal itu adalah tentangmu

Catch ya later
Cheers

Advertisements

Salam Dari Kota Kopi

Ho Chi Minh,

Tidak ada perjalanan yang perlu disesali. Hanya pelajaran yang perlu diambil.

Mungkin karena faktor usia yang semakin dewasa *ahey*
Atau karena sudah banyak miles yang ditempuh
Ada hal-hal yang dulu dianggap biasa, sekarang mulai dipertimbangkan.
Atau hal yang dulu dianggap penting, sekarang sudah dirasa trivial

Di trip kali ini gw merasa sudah saatnya berhenti bersikap nekat dan impulsif tentang traveling.
Sudah harus lebih bersabar

Dari dulu sudah terbiasa nge-trip dengan budget pas-pasan yang bikin deg-degan.
Berharap semesta akan menggerakkan tangan-tangan orang untuk membantu tiap trip.

Tapi sekarang berpikir, gw ga mau perjalanan gw merepotkan orang lain.

Ga bawa oleh-oleh buat orang sih sudah biasa. Tapi kalo bikin beban buat orang di sekitar, rasanya sudah saatnya bertanggung jawab sepenuhnya untuk segala kenekatan perjalanan gw.

Sedang mempertimbangkan untuk benar-benar membatalkan tiket ke Tokyo buat Maret tahun depan. Gundam bisa menunggu.
Kalo gw bisa dengan sabar nunggu bertahun-tahun sebelum mendatangi Gundam yang pertama, kenapa sekarang tidak bisa?
Right?
Iceland dan aurora masih bisa menunggu

After all, traveling should not solely about the miles you reach but the patient each mile requires.

Salam dari surga kopi

Catch ya later
Cheers

Deja Vu

The bag has been packed
Tickets are ready
Everything is all set
Besok perjalanan Indochina dimulai. Dari Malaysia dan berakhir di Singapur

Just like a deja vu
Berangkat kali ini kayaknya sama kerenya dengan trip ke vietnam tahun 2014 meskipun status sudah berubah

Mungkin bucketlist gw harus sedikit di edit, “menabung dulu baru nge-trip.”
Biar ada perubahan dari jaman nge-trip ala anak kuliahan

Sedang berpikir untuk membatalkan trip ke Tokyo Maret tahun depan, mengingat masih ada tagihan yang harus diselesaikan dalam beberapa bulan ke depan
Yeah..  Yeah..
Harus mulai bawa bekal lagi ke kampus dan puasa senin-kamis biar hutangnya cepet lunas.

Catch ya later with some up dates from the trip
Cheers 🙂

Paranoid

Pernah ga sih merasa begitu takut kehilangan seseorang?
After losing my mom and losing lil bro, I started being afraid of losing my dad and my aunt

Bukan cuman sekali gw berhenti depan kamar babe, lalu mengintip dari celah pintu yang ga tertutup sepenuhnya. Hanya untuk memastikan babe masih hidup.
Seriously.
Kadang kalo babe tidur, gw akan berdiri cukup lama dan memastikan babe masih bernafas
Just, dont blame for having this paranoid. I lost my mom not long after she said she wanted to sleep.

Kalo babe ga bangun pada saat adzan magrib, kadang gw akan ngetuk pintu.
One, to wake babe up so he will pray
And, two, to ensure myself that babe is still alive
Karena babe biasanya akan langsung keluar kamar lalu berangkat ke mesjid segera setelah adzan.
So, he doesnt show up will makes me freak out at certain level

My aunt, as well, makes me worried sometimes. Her health is getting bad these last few years. And she told me many times, I dont know if she was joking or telling the truth, that she was getting old and might passed away soon.

No…
Be it a joke or, worse, serious, I always said that she can not leave me. No way!
I just cant bear another losing.
At least, not now.

See… This is one of the reasons why I always torn in between applying for a scholarship or not.

I know that we cant predict the future. Yet we are entitle to losing people we love. But if one day I lose them, I want to be here. Not any place miles or a continent away from this place…

Catch ya later with a less depressing thought
Cheers 🙂

Before 30

I’ve been thinking about what I want to do before 30.
Awalnya pengen macam temennya mba trinity yang jual rumahnya lalu jalan ke benua tetangga. Tapi kayaknya ga mungkin karena gw ga punya rumah yang bisa dijual. Yang ada malah sekarang harus lunasin cicilan rumah.

Lalu kepikiran buat serius nyari beasiswa. Ga mesti yang dari pemerintah – dan maunya ga mau dari pemerintah sih… Biar ga ada kewajiban kembali dan mengabdi pada negara *ah, makar detected

Tapi lagi-lagi ragu. Kalo mau ngambil S3 kan pasti lama. Itu berarti ninggalin rumah lebih dari setahun.
Meanwhile, my dad is getting older now. We’re not that close, I know, but still, I want to be here when something happens to him – hopefully nothing will happen. Now that lil bro is still out of reach, i find it is necessary for me to stay here.
Not to mention my aunt’s health that somehow is getting worse.
I’m not playing a filial daughter or niece here. I just feel that i cannot leave those people behind. Not with our current situation

Trus, saiia kudu piye?
Tidur aja ah

Catch ya later
Cheers 🙂

When You’re No One

Gw selalu merasa, bagian terbaik dari traveling adalah saat gw bisa jadi No One. Gw bukan dosen, ga perlu jaga sikap. Ga ada pekerjaan ataupun titel yang dibawa. I can do whatever I want and no one gives a damn care.

Tapi hampir 12 hari di Tokyo, gw mulai merasa bosan being no one. Ga punya tanggung jawab apapun selain menghabiskan duit ternyata bisa semembosankan ini.

hihihihi….

malah jadi pengen cepet-cepet pulang.

Ga kebayang gimana rasanya jadi traveler yang berbulan-bulan bahkan sampe bertahun-tahun itu

See, I guess we all eventually will learn what kind of traveler we are

Dulu, jaman kuliah, gw berharap bisa tinggal di luar negeri. Ngerasain hidup di negara empat musim.

Tapi setelah dua bulan di Amrik, gw ngerasa jalan-jalan jauh lebih menyenangkan daripada tinggal di negara lain

Lalu gw sempet ngiri sama emba-emba yang berani hidup nomaden. Yang rumahnya cuman tas backpak kecilnya dan hidup dari satu negara ke negara lain.

Kemudian gw belajar, having no place to go home to isn’t a life. Setidaknya itu menurut gw. Toh, pada akhirnya, esensi dari setiap perjalan kita adalah pulang ke rumah. Kembali ke tempat yang menjadi ‘comfort zone’ kita.

Lalu gw pengen jadi emba atau emas yang bisa ninggalin kerjaannya untuk nge-trip selama bertahun-tahun

eh, tapi sekarang, gw bisa jalan lama dan juga tetap merasa bosan. Being no one in a foreign land can be this uncomfortable

Mungkin yang paling menyenangkan memang jalan bentar, balik ke rumah, kerja, having mundane and boring life sambil nabung, lalu jalan lagi.

I think, for now, that kind of cycle is what I like the most. What I find the most comfortable one

Ah….
I bet we indeed learn more about ourselves in every trip we take

 

catch ya later for some updates from my mundane life… kekekeke

cheers 🙂

 

….And To You

Last night was a sleepless night.
One, because of my severe migraine
Two, because of my anxiety

I was fine hours before my sleeping time. I mean, I had this migraine but I thought, I’d be just fine
But then
Out of nowhere the anxiety said hi
And there was just this bad thought flooding my mind

I tried to calm my self, really,
Reminding myself if I probably was just being dramatic, overreacted, and hormonal

But no, I guess I wasnt

And the anxious feeling was still there

I couldnt just sleep
I kept on thinking if I should let someone knew about this
But then, again, I was just afraid that I would sound silly, and ended up bothering someone with some trivial thing

But then, somehow, I had someone keeping me company till I found myself being more relax and finally got some sleep

I know I love my brain but there are times when i just cant help but cursing my brain out

image

Catch ya later
Cheers 🙂

Big Spender

I’m such a big spender during this trip. Gw beli apa yang pengen gw beli. Kadang pake mikir lama, tapi lebih sering ga pake mikir.
This trip is 90% about me.
I have no obligation to be the one-who-knows-everything.
Gw bisa nginder nyasar tanpa harus merasa bersalah pada siapapun
Gw bisa memilih mau pergi kemana tanpa harus menjelaskan apa yang ada di sana dan kenapa ke sana
It’s nice to be responsible for noone my ownself

Traveling with friends is fun
But there are times when you just want to wander by yourself

Catch ya later
Cheers 🙂

Short Up Date

Short up date dari Tokyo setelah perjalanan panjang Surabaya – Jakarta – Tokyo

Tadi malam akhirnya merasakan tidur yang sebenar-benarnya tidur. Bukan di bangku ruang tunggu. Bukan di bangku pesawat. Tapi di futon empuk.

Jadi hari ini bangun agak siang saking malasnya beranjak dari tempat tidur.

image

Guess what I finally bough people, watermelon!!!
I feel sooo rich! Hahahay

Itinerary hari ini cuman dua. Ke Tokyo University buat nengokin Starbucksnya dan ke Toyo Gakuen University buat registrasi conference

Jalan hari ini ditemani emba roommate yang dibawa oleh fahmi.
Berjam-jam sukses nginder-nginder ga jelas karena nyasar nyari starbucks-nya. Untung matahari lagi baik. Jadi jalannya enak aja. Macam jalan di Banjarmasin.
Eh. Ga deng… Lebih adem karena lingkungan ToDai rimbun bangeeet…

image

Sekalian ketemu patung Hachiko versi hepi ending

image

Ternyata eh ternyata, ini Starbucks di sebelah kiri setelah masuk main gate. Asem…
Gw nya jalan ga liat kanan kiri. Cuman luruuuus aja setelah masuk main gate… Hiyaaaah

image

Seriously. Dalam sejarah nge-trip, ini adalah belanja terbanyak gw!
I spent a seven digit figure in one swipe and only in this store

Aseeem… Eh, tapi seneng aja sih

Hahaha

image

Officially attending conference, people….

Hoaaaahmmm
Ngantuk
Besok presentasi… Semoga ga keliatan bego

Catch ya later with more up dates
Cheers